3 Keberlimpahan dalam Hidup itu Bersumber dari Sini

Berlimpah berarti melebihi dari yang diharapkan atau yang dibutuhkan. Situasi berlimpah tidak dapat diukur dengan kuantitas, apalagi jika sudah dihubungkan dengan kondisi psikologis. Maka berlimpah lebih mendekati makna kualitas. Jumlah kuantitas melebihi yang diharapkan atau dibutuhkan dengan rasa dan kualitas yang melebihi standar itulah yang saya sebut sebagai berlimpah.

Kata bijak “Kekayaan sejati tidak terdapat dalam materi, namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan hati” atau “Saya tidak perlu kekayaan yang penting kaya hati” tidaklah muncul begitu saja. Namun ia memiliki akar makna dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud: “Bukanlah kekayaan siapa yang memiliki harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.”

Secara eksplisit Hadist tersebut menyebutkan bahwa ukuran keberhasilan dan keberlimpahan adalah hati. Mengapa hati? Hati dapat dianalogikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari Hard dan Soft. Dimana hardware tidak dapat bekerja jika software nya tidak berjalan. Jadi dalam Hadist lain disebutkan bahwa baik buruknya diri seseorang tergantung pada hatinya, baik dalam makna fisik maupun kiasan.

Seseorang yang merasakan keberlimpahan dalam hidupnya akan merasakan minimal 6 situasi psikologis berikut, yaitu:

1. Tenang dan terhindar dari kecemasan; 2. Fokus dan istiqomah; 3. Banyak memberi dan tidak meminta; 4. Lebih bahagia daripada orang rata-rata; 5. Menyebarkan lebih banyak kebahagiaan; dan 6. Menerima dan bersyukur. Apakah ada kondisi lain yang belum masuk? Tentu saja masih banyak hal lain yang mengindikasikan keberlimpahan tersebut.

Ada sekian banyak faktor yang mendorong seseorang merasa berlimpah:

Faktor pertama adalah kematangan spiritualitas dan religiusitas.

Seseorang yang matang secara spiritual dan religius akan meyakini sepenuhnya bahwa Alloh swt. sudah menyiapkan yang terbaik dalam kehidupannya. Sehingga ia tidak perlu uring-uringan terhadap Alloh atas setiap kejadian dalam hidupnya.

Faktor kedua adalah kematangan emosional.

Matang secara emosional membuat orang mampu berpikir jernih, tidak terburu-buru dan tidak gegabah. Segala tindakannya memiliki pertimbangan yang menenangkan dalam waktu jangka panjang. Mereka tidak akan terburu-buru, tetap santai dan berkualitas.

Faktor ketiga adalah kesadaran akan keberhasilan.

Apa maksudnya? Keberhasilan sebenarnya bukan untuk diraih tetapi untuk dilewati dalam rangka mencapai keberhasilan selanjutnya. Kesadaran ini akan membuat Anda tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap aktivitas Anda. Hingga nanti Anda merasakan bukan sekedar hasil yang ingin diraih namun perasaan larut dalam aktivitas. Larut tersebut membuat Anda merasa sedang tidak bekerja tetapi bermain dengan hobi dan penuh cinta.

Apa yang harus dilakukan untuk mencapai keberlimpahan tersebut?

Niatkanlah semua aktivitas sebagai bentuk pengabdian kepada Alloh yang telah memberikan kesempatan buat kita untuk bekerja dan berusaha. Dalam prosesnya lakukan yang terbaik dan berdoalah agar Alloh memberikan ketabahan dan kesabaran dalam proses. Nikmati prosesnya dan larut sepenuhnya serta beri makna yang tak terbatas. Apapun hasilnya terima dan syukuri sebagai sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Dan yang paling penting kebahagiaan dan keberhasilan bukan pada jumlahnya namun pada keluasan hati untuk menikmatinya.

Ilhamuddin Nukman | @CoachILHAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *