3 Modal Utama Perubahan yang Berhasil

3 modal perubahan“Tidak peduli seberapa jauh Anda telah melakukan perjalanan, JIKA itu salah, maka berbalik menuju jalan yang benar.” Itu pesan Rhenald Kasali dalam bukunya Change. Buku tersebut telah menjadi paradigma baru yang memicu orang Indonesia melakukan revolusi kesadaran akan pentingnya mengambil haluan kebenaran dan kebaikan. Dan saya sepakat, setiap orang harus berubah secara kontinu menuju kemajuan dan kebaikan yang lebih dan lebih.

Kenyataan yang terus berubah, menuntut kita beradaptasi dan menyatu dengan segala situasi yang ada. Karena mau atau tidak mau, kenyataan perubahan pasti terjadi hanya menunggu waktu dan giliran. Maka pada saat itulah dibutuhkan strategi yang tepat, efektif, efisien, dan benar dalam melewati perubahan.

Banyak orang yang ingin menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, namun pada akhirnya mereka tidak juga berhasil menjadi lebih baik. Mengapa? Karena mereka hanya menginginkannya, namun tidak siap dengan konsekuensi perubahan.

Konsekuensi perubahan adalah (1) berani berkorban dan menerima resiko, (2) berani menunda kesenangan sesaat, (3) siap menerima rasa sakit yang ditimbulkan oleh perubahan, (4) bertekad belajar lebih baik, meski harus turun derajat yang lebih rendah, dan (5) sungguh-sungguh mengikuti langkah perubahan yang signifikan.

Bagaimana strategi untuk berhasil menjalani perubahan? Ada 3 hal fundamental yang harus dimiliki oleh mereka yang mau berubah: (1) Harapan, (2) Impian, dan (3) Keyakinan.

Harapan / The Psychology of Hope

“Kamu dapat hidup selama 10 hari tanpa makan dan minum, namun tidak akan bisa bertahan hidup 1 menit tanpa harapan dan keyakinan.” Begitu ungkapan yang sering kita dengar. Bahkan Victor Frankl (seorang tokoh psikologi) menyebutkan seseorang tanpa harapan tidak lagi disebut hidup, ia hanya mayat hidup.

Dalam ajaran agama apapun dijelaskan bahwa harapan merupakan bentuk bukti keyakinan manusia akan adanya kekuatan yang lebih hebat dan dahsyat dari semua kekuatan yang ada. Harapan pula menunjukkan betapa lemahnya kita karena keterbatasan resources yang kita miliki.

Apakah harapan berpengaruh? Tentu saja ia. Teori Expentansi menjadikan harapan sebagai modal perubahan yang dibutuhkan. Harapan bukan sekedar pemicu, tetapi ia memegang role utama dalam dinamika perubahan individual.

Bagaimana membangun harapan? Gunakan 5 langkah berikut:
(1) Catatlah semua apa yang diinginkan
(2) Tentukan prioritas
(3) Bacalah list harapan Anda setiap pagi dan malam hari
(4) Perbaharui list Anda sewaktu-waktu jika ada yang baru atau ada perubahan yang lebih baik.

DREAM = Impian yang Tertulis dan Tertarget

Siapapun yang ingin maju, menjadi lebih baik, meningkatkan kualitas hidup harus memiliki DREAM. Impian yang tidak terbatas pada jangka waktu yang singkat dengan ukuran materi tertentu. Impian yang futuristik, powerfull, impactfull. Futuristik harus jangka panjang dan mulia. Powerfull memiliki kekuatan memaksa. Impactfull mampu memotivasi dan menginspirasi diri sendiri dan orang lain.

Sudah banyak orang menulis dan menyampaikan pentingnya memiliki impian. Bukan berarti isu ini sudah usang dan tidak diperlukan lagi, sebaliknya menandakan bahwa DREAM itu milik semua orang, dan mereka harus dimotivasi, diinspirasi.

Setiap kemajuan yang ada terinspirasi oleh impian yang melampaui zamannya. Namun menjadi sesuatu yang nyata dan diperjuangkan oleh si pemilik impian. Seringkali impian-impian itu, akan bertemu atau dipertemukan dengan resources yang tidak terbatas lainnya. Jadi percayalah, Anda memiliki medan impian yang akan bertemu dengan medan energi lainnya.

BELIEVE = Keyakinan yang Meneguhkan

Pernahkah Anda mengalami “bertemu dengan seseorang yang begitu mensupport harapan, impian, cita-cita Anda padahal Anda tidak mengenalnya.”? Inilah namanya simpul keyakinan. Jika Allah sudah berkenan, Anda akan bertemu dengan segala kemudahan yang memungkinkan. Modal untuk mendapatkannya adalah Keyakinan yang Meneguhkan.

Dalam agama YAKIN adalah modal utama dan syarat wajib. Keyakinan itu bersifat totalitas dan tanpa syarat. Ia menjadi ukuran seberapa kuat penyerahan diri seseorang pada Alloh swt atas perjuangan yang sudah dilakukan.

YAKIN saja tidak cukup tanpa usaha dan perjuangan. Harus ada action yang kontinyu sambil melakukan evaluasi berlanjut. Pada prosesnya lah yang akan menunjukkan sudah seberapa kuat usaha dan keyakinan yang mampu melahirkan perubahan.

Perubahan pasti terjadi. Suka atau tidak suka semua pasti akan menjalaninya. Sudahkah Anda mempersiapkan perubahannya?

@Coach ILHAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *