Catatan Pagi @coachilham

Setiap perubahan melahirkan tantangan dan kompleksitas baru. Mungkin ada yang beranggapan, hidup di masa lalu jauh lebih mudah dibandingkan masa sekarang. Namun sy melihat setiap masa memiliki tantangan sendiri-sendiri. Mudah atau sulitnya tergantung kemampuan kita untuk melewatinya.

Karena setiap masa atau fase dalam kehidupan kita akan terus berkembang, maka sudah semestinya kapabilitas pribadi kita pun ikut bertumbuh. Pengetahuan diperkaya, keterampilan diasah, sikap dan kepribadian dimatangkan, jejaring diperluas, setiap kesempatan dipelajari, dan setiap kejadian diambil hikmahnya.

Berikut 5 alasan mengapa pertumbuhan pribadi harus ditingkatkan.

1. Menambah kualitas hidup

Kualitas hidup merupakan kulminasi dari pencapaian, rasa puas, rasa syukur dan optimisme menghadapi situasi yang tidak menentu. Pencapaian ekonomi yang sangat mencukupi, pertumbuhan karir yang baik, keluarga yang harmonis, hubungan sosial yang positif, perkembangan usaha yang terus meluas, kebermanfaatan yang semakin luas, ketakwaan yang terus meningkat, merupakan bagian dari kualitas hidup.

Rasa puas yang diikuti dengan rasa syukur atas semua hal baik atau kurang baik dalam hidup akan menjadi pupuk bagi peningkatan kualitas hidup. Apapun kondisi dan situasi yang dihadapi, kita semua harus terlatih untuk bersikap waspada dan wajar. Tidak perlu hiperbolis dan hiperrealis, bersikap apa adanya.

Optimisme juga dapat membuat kita terus bertahan bahkan dalam situasi yang sulit. Optimisme adalah keyakinan yang positif atas suatu keadaan yang diikuti dengan adanya harapan akan masa depan yang lebih baik.

Tentu saja untuk dapat merasakan kualitas hidup yang demikian, butuh pengetahuan dan kemampuan untuk merespon secara tepat dan proporsional, efektif sekaligus efisien, serta bersikap sederhana. Maka siapapun kita, harus terus belajar, menaikkan kualitas pergaulan dan interaksi, dan meluaskan sudut pandang.

2. Mematangkan kedewasaan

Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa itu pilihan. Itulah kenyataan yang kita hadapi setiap hari. Dimana pertambahan umur terus berjalan mengikuti waktu. NamunĀ  tidak semua orang mampu mendewasakan dirinya meskipun usianya sudah tua.

Tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi-jadi. Atau kita pernah mendengar, semakin tua kok semakin tidak tahu diri. Dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang kita dengar dari interaksi setiap hari. Fenomena ini menjelaskan tentang sikap menjadi dewasa sangat diperlukan. Agar mampu menyeimbangkan kehidupan diri pribadi dengan kehidupan sosial. Menyeimbangkan antara sadar diri dengan tidak tahu diri.

Pertambahan pengetahuan diharapkan mampu menambah kedewasaan seseorang dalam bersikap dan berperilaku. Dengan pengetahuan pula, orang tidak saja menjadi lebih cerdas namun juga lebih bijaksana.

Apakah ada orang yang cerdas tapi sikap dan sifatnya kekanak-kanakan? Tentu saja ada, bahkan banyak. Mereka ini termasuk orang-orang yang memiliki pengetahuan hanya untuk beretorika, bukan untuk belajar bersikap dan bertindak sesuai norma kepatutan.

3. Memperluas cakrawala kebijaksanaan

Oleh karena itu, setiap orang perlu mengembangkan kurikulum pertumbuhan diri agar mengetahui kualitas diri dari waktu ke waktu. Apakah ada pertumbuhan atau stagnan. Dalam banyak hal, mestinya ada pertumbuhan yang signifikan dalam diri kita masing-masing dengn mengikuti rumus, hari ini haruslah lebih baik dari hari kemarin. Dan hari esok harus pula lebih baik dari hari ini.

Setiap pengetahuan diharapkan mampu mengarahkan orang yang memilikinya memiliki kebijaksanaan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Kebijaksanaan tidak hadir dan berkembang begitu saja. Ia berkembang seiring kemampuan orang berpikir secara terarah, sistematis, holistik, mendasar, dan kritis.

Kebijaksanaan merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan penilaian, sudut pandang yang melampaui batas-batas sebab akibat. Dalam kebijaksanaan ada pemahaman, empati, dan simpati, dimana ketiga hal tersebut mempengaruhi bagaimana kebijaksanaan terbentuk.

Untuk menjadi Lebih bijaksana, maka kita butuh ilmu dan pemahaman yang lengkap. Sehingga kita mampu membedah dan melihat sesuatu dari berbagai aspek yang memungkinkan. Kita sudah sadar bahwa perspektif seseorang terhadap suatu hal bisa jadi sangat berbeda dengan orang lain, karena salah menentukan sudut pandang, salah motifnya, dan berbeda latar belakang keilmuannya.

Kebijaksanaan mengantarkan seseorang pada spritualitas yang tinggi. Oleh karena itu dengan kebijaksanaan, seseorang akan mampu melihat realitas yang tidak dapat dimaknai oleh orang lain. Kebijaksanaan yang demikian bukan saja tulus namun juga apa adanya.

4. Memperbesar potensi dan kompetensi diri

Dalam teori kesuksesan, disebutkan bahwa kesuksesan merupakan pertemuan antara kesempatan dengan persiapan. Dalam persiapan, seseorang harus memaksa dirinya untuk terus belajar, berlatih, bekerja, dan berusaha untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi diri.

Selain itu jika ingin sukses, seseorang harus mampu membaca potensi yang ada di lingkungan sosial, lingkungan pergaulan, dan lingkungan-lingkungan lainnya. Membaca potensi berarti sejauh mana suatu situasi memiliki peluang untuk menghasilkan keberhasilan yang lebih baik atau lebih tinggi. Pembacaan situasi yang demikian membutuhkan kapasitas pemahaman yang baik dan lengkap.

Oleh karena itu kita tetap harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas setiap saat. Membaca buku baru, bertemu dengan jaringan kerja baru, menganalisa situasi baru, bertemu orang baru, meningkatkan kualitas interaksi dengan orang lain dan organisasi lain.

5. Modal penting untuk menyebarkan impact positif

Setiap orang dalam hidup ini membawa visi dan misi baik dalam hidupnya. Hanya bedanya tidak semua orang mampu menemukan visi dan misi ini. Tidak mudah bagi setiap orang untuk menemukan passion dalam dirinya. Tidak mudah juga bagi mereka untuk menemukan bakat potensial dalam dirinya. Sementara visi, misi, passion, minat dan bakat diperlukan dalam memberikan impact positif dalam kehidupan ini.

Dengan semakin belajar untuk mengembangkan diri, menganalisa kelebihan dan kekurangan diri, menemukan kesempatan dan tantangan yang tepat untuk diri, dapat membuat seseorang mampu menaikkan daya ungkit dalam dirinya. Daya ungkit inilah nanti yang dapat mempercepat, memperbesar, memperluas, dan memperkaya impact positif yang disebarkannya.

Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa dirinya tidak memiliki keistimewaan, dia tidak terlahir untuk membawa perubahan, dia tidak memiliki visi atau dream apapun dalam hidupnya, tentu saja ini merupakan kekeliruan besar. Setiap orang pasti memiliki tugas khusus yang dititipkan kepadanya. Tentu saja Tuhan tidak akan menciptakan makhluk yang bernama manusia ini tanpa suatu tujuan yang jelas. Hanya Tuhan tidak ingin mengajarkannya secara langsung. Dia mendorong setiap insan untuk berpikir, mengolah rasa, mengolah asa agar menemukan tugas khusus apa yang dititipkan Tuhan kepadanya.

Oleh karena itu, jadilah pembelajar sebagaimana pengelana yang selalu haus akan ilmu dan pengalaman. Menelusuri setiap jejak pengetahuan, menemui setiap guru yang mampu meningkatkan kualitas diri kita.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *