5 Arti Nyinyir Secara Psikologis yang Perlu Anda Ketahui

Bersikap nyinyir telah menjadi kebiasaan orang dalam bermedia saat ini. Sikap nyinyir menandakan bahwa kita tidak cukup mampu menahan diri untuk tidak mengkritik orang lain. Kritik ini bisa jadi disebabkan oleh rasa iri, ketidakmampuan untuk mencapai apa yang telah dicapai oleh orang tersebut, ingin menjatuhkan orang lain, atau ingin mempermalukan orang lain dengan mununjukkan keburukannya. Berikut adalah 5 arti nyinyir secara psikologis yang perlu Anda ketahui.

#1. Nyinyir berarti ketidaksukaan

Rasa tidak suka sesungguhnya manusiawi. Hal ini disebabkan karena ada beberapa hal dari objek yang tidak disukai memiliki, menguasai, mendominasi sesuatu yang ada dalam pengaruh seseorang. Sebenarnya dalam psikologi ini dianggap yang wajar sebagai reaksi agresif untuk mempertahankan diri. Semakin besar rasa tidak suka, maka semakin agresif sikap nyinyir yang ditunjukkan. Siapa pun mungkin saja melakukan hal ini jika ia sadar wilayah kekuasaannya semakin terganggu.

#2. Nyinyir berarti persaingan

Orang bersikap nyinyir juga merupakan bentuk persaingan tersembunyi. Mungkin Anda pernah mendengar bahwa senjatanya orang yang punya power untuk mendominasi adalah dengan intimidasi atau menekan baik fisik maupun psikologis. Sebalinya senjata orang yang tidak punya power adalah diam, atau melakukan perlawanan bawah sadar baik dengan diam atau nyinyir. Semakin besar tingkat persaingan yang dirasakan oleh masing-masing orang dalam peta persaingan tersebut, maka semakin besar sikap nyinyir yang akan ditunjukkan.

#3. Nyinyir berarti ketidaksetujuan

Dalam bersikap tidak selamanya kita akan mampu searah, sevisi, dan sependapat dengan orang lain. Terkadang kita akan menunjukkan sikap ketidaksetujuan baik secara nyata atau pun tersembunyi. Nah, kadang-kadang orang yang bersikap nyinyir sebagai bentuk perlawanan untuk menunjukkan ketidaksetujuannya. Meskipun kelihatannya sudah setuju dengan apa yang disampaikan, namun mereka masih menyimpan ketidaksetujuan bawah sadar. Manusia pada umumnya belajar untuk menyembunyikan ketidaksetujuannya ini dengan bersikap nyinyir. Dalam bahasa Psikoloanalisa, nyinyir merupakan sublimasi dari ketidaksetujuan tersebut.

#4. Nyinyir berarti mempermalukan

Entah kenapa manusia memiliki dorongan bawah sadar untuk mendominasi atau menguasai. Cara-cara yang dilakukan untuk menguasai ini dapat berupa agresi, perlawanan, berdiplomasi atau bernegosiasi dengan keadaan, dsb. Pada saat tertentu saat terdesak dan tidak mampu melakukan perlawanan, maka bersikap nyinyir adalah salah satu caranya. Maka tidak heran jika pada kondisi ini sikap nyinyir berujung pada mempermalukan orang lain.

#5. Nyinyir berarti penghinaan

Salah satu yang tidak sehat dalam menguasai orang lain adalah dengan penghinaan. Penghinaan merupakan ungkapan, tindakan atau sikap yang bertujuan untuk menjatuhkan atau menghilangkan harga diri orang lain di muka umum dengan menyebarkan kekurangan-kekurangan orang lain. Sikap nyinyir pada arti yang lebih tinggi adalah menghina orang lain dengan tidak menghormati privasi yang dimiliknya. Mungkin sampai pada situasi ini, nyinyir pun dapat dilaporkan ke polisi sebagai bentuk penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

——————–

Meski kita tidak mudah menghidar dari bersikap nyinyir, namun tidak ada salahnya supaya kita belajar menahan diri untuk tidak terlibat dalam menyinyir orang lain. Mungkin saja orang yang menjadi objek nyinyiran tersebut kuat mental sehingga tidak terpengaruh. Namun bagaimana jika orang tersebut memiliki kondisi psikologis yang rentan, ia akan menjadi korban bullying dan menyebabkan ia semakin jatuh harga dirinya.

2 thoughts on “5 Arti Nyinyir Secara Psikologis yang Perlu Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *