Bagaimana Memulai Keberhasilan dari Keluarga?

Anak-anak yang hebat dibesarkan dalam tantangan dan cinta dalam keluarga. Suami/istri hebat pun bermula dari keluarga. Semua cerita bahagia pun berawal dari keluarga. Lalu apa tidak ada sedihnya, kok semua yang ditunjukkan adalah bahagianya?

Tentu saja ada banyak cerita keluarga yang berurai air mata, namun saya menyadari sepenuhnya bahwa Alloh Maha Adil. Bagi setiap yang bersedih, dirundung duka dan lara, berusaha bangkit dari berbagai keterpurukan semua pasti akan mendapatkan jalan kemudahan dan keberhasilannya masing-masing. Tinggal menunggu waktu lambat atau cepatnya sesuai dengan kadar kemampuan dan usahanya.

Kembali tentang keluarga. Keluarga adalah lingkungan sekolah yang pertama dan utama bagi anak-anak. Ia bukan hanya sekedar tempat berkumpul ayah, ibu, saudara, dan famili lainnya, ia adalah padepokan mental bagi anak-anak. Untuk itu menurut saya, keluarga tidak cukup hanya dibangun dengan pernikahan saja, tapi juga ilmu. Jangan pahami bahwa ilmu itu sekedar tentang “how to” membangun keluarga, tetapi kesadaran, pemahaman, dan kedekatan pada prioritas dalam keluarga yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur.

Berikut 10 hal prioritas yang utama dibangun dalam keluarga, agar keluarga menjadi tempat bertumbuhnya rasa cinta, kebahagiaan, keberlimpahan, kedamaian, dan kesejahteraan. Tujuan akhirnya bahwa keluarga tidak hanya berkumpul di dunia tetapi juga hingga akhirat kelak.

1. Niat berkeluarga adalah ibadah

Jika berkeluarga hanya untuk sekedar punya status, tidak ada bedanya kita dengan hewan. Supaya berbeda mulailah dengan niat untuk menyempurnakan ibadah. Jika ada niat yang salah, segera murnikan niat berkeluarga karena Alloh. Agar Allohselalu jadi pendamping, pengarah, dan penjaga dalam perjalanan keluarga. Jika nanti ada yang kurang maka cukuplah Alloh yang akan melengkapi dan menyempurnakannya. Ingat, niat akan menjadi akhir dari hasilnya.

2. Berkeluarga harus punya ilmu, maka belajarlah

Semua ada ilmunya, termasuk berkeluarga. Tidak cukup dengan niat dan cinta, dalam keluarga pun harus disertai dengan ilmu. Minimal kesadaran akan tanggung jawab serta hak dalam keluarga. Ilmu akan menjadi pemandu bagaimana nanti keluarga sukses dunia akhirat, suksesnya juga dunia akhirat, puasnya pun dunia akhirat.

3. Suami / Istri adalah pasangan yang membersamai kita menuju Alloh

Alloh sudah mentakdirkan kita berpasangan. Maka apa yang kita peroleh, mungkin itu adalah yang terbaik dari Alloh untuk kita. Jangan selalu gunakan ukuran manusia, karena bisa jadi ukurannya tidak pas. Karena Alloh yang sudah menentukan, biarlah ketentuan Alloh yang berlaku. Apakah kita boleh berharap lebih? Tentu saja boleh, bagaimana caranya, maka berdoalah.

4. Yakini apapun yang terjadi dalam keluarga sebagai hikmah dari Alloh

Semua garis kehidupan sudah ada catatan skenarionya dari Alloh, maka apapun yang terjadi dan menjadi hasil dalam keluarga kembalikan kepada Alloh. Di atasnya ilmu masih ada hikmah, dan di atasnya hikmah masih ada dzauq.

Jika terjadi segala sesuatu dalam keluarga baik disukai atau tidak disukai, selalu bertanya tentang 3 hal ini: (1) apa yang telah saya lakukan sehingga hasilnya seperti ini? (2) Bagaimana caranya agar saya mampu memperbaiki hasilnya menjadi lebih baik/bagus? (3) Jika ada cara lain yang lebih baik, kepada siapa saya harus belajar?

5. Harmoniskan semua perbedaan

Kita dilahirkan berbeda-beda, dibesarkan dengan berbagai perbedaan, dan disatukan pula karena berbeda. Maka sudah menjadi kewajiban kita agar menjaga harmonisasi perbedaan tersebut. Saya bersyukur diberikan perbedaan yang cukup banyak dalam keluarga, persahabatan, pekerjaan dan berbagai hal lainnya, karena semua itu semakin menyadarkan saya betapa kuasanya Alloh dalam kehidupan saya.

6. Rancang Road Map keluarga SAMARA

Keluarga juga tidak cukup dengan kemauan dan kebersamaan, namun juga butuh visi dan arah. Maka harus ada prioritas-prioritas utama yang harus dicapai dalam keluarga dan bersama keluarga. Untuk mendapatkan keluarga yang Sakinah, apa yang harus dipenuhi oleh semua anggota keluarga. Untuk menjadi keluarga yang penuh mawaddah, hal-hal apa saja yang harus dikembangkan dalam keluarga. Dan untuk mencapai keluarga yang penuh Rahmat, harapan-harapan, cita-cita, dan perjuangan apa saja yang harus dijaga kontinuitasnya dalam keluarga.

7. Kuatkan finansial keluarga

Keluarga yang bahagia didasari oleh kekuatan finansial yang mencukupi, tidak harus berlebihan. Namun cukup dan mencukupkan, bagaimana biar cukup maka harus ada pengelolaan finansial yang baik dalam keluarga. Pasangan menyadari potensi finansial yang ada, mengerti strategi pengelolaannya, dan memiliki rencana pengembangannya. Supaya finansial keluarga kuat, harus ada saling percaya dan jujur antara anggota keluarga agar tercipta kedamaian finansial. Hati yang tenang dan penuh ridho menjadi stimulas penting bagi keberlimpahan rezeki.

8. Berikan yang terbaik untuk pasangan dan anak

Setiap niat dan usaha yang dilakukan atas nama keluarga harus yang terbaik. Lakukanlah yang terbaik dan berikan yang terbaik. Keluarga yang kuat menjadi modal yang penting bagi masyarakat, bangsa dan agama. Jika saja setiap orang menyadari bahwa dia harus menjaga dan memberikan yang terbaik untuk keluarga, maka tidak akan ada anak-anak yang kurang kasih sayang, pasangan yang kurang belaian, dan keluarga yang kurang cinta dan kebahagiaan.

9. Doakan yang terbaik untuk keluarga

Berdoa untuk mendapatkan keluarga terbaik bukan hanya diamalkan oleh mereka yang sudah menikah. Justru yang belum menikah harus lebih banyak berdoa, karena Alloh masih memiliki kesempatan untuk memilihkan yang terbaik buat Anda. Kita belum tentu mampu memberikan usaha dan hasil terbaik untuk keluarga tetapi kita masih memiliki bibir dan hati untuk meminta yang terbaik dari Alloh untuk keluarga.

10. Mintalah restu dan ridho orangtua

Berkeluarga tidak ada sekolah formalnya, namun kita punya kurikulum informalnya. Kita berguru kepada orangtua yang telah membesarkan kita. Bukan hanya berguru ilmunya, tetapi juga ketulusan, ridhonya, perjuangannya, dan doa-doa terbaik dari mereka. Sembari kita juga berdoa yang terbaik untuk orangtua kita. Karena mereka telah menjadi perantara terbaik untuk hidup kita di dunia, mereka juga yang mengenalkan kita tentang kehidupan. Dan bisa jadi mereka juga telah mengantarkan kita mengenal Alloh Yang Maha Mencintai.

Ilhamuddin Nukman | @CoachILHAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *