Bagaimana Menjaga Pelangi Perbedaan antara Kita?

Dalam perjalanan hidup saya sebagai santri, mahasiswa, aktivis, trainer, akademisi dan praktisi Human Capital, Saya telah bertemu dengan berbagai macam orang. Mereka semua berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, agama, suku, bahasa, kewarganegaraan, dan lain sebagainya. Dari situasi itu saya banyak belajar tentang indahnya kebersamaan dan perbedaan.

Tapi kalau kita hanya pernah lahir, lalu tumbuh dan hanya hidup dalam lingkungan masyarakat yang satu warna dan tidak ada variasi, maka Anda akan terdistorsi oleh satu identitas saja. Padahal tidak mungkin kita tumbuh dan berhasil hanya dengan berinteraksi dengan orang-orang yang sama.

Einstein mengatakan, definisi kebodohan adalah mengharapkan hasil berbeda dengan tindakan yang sama. Artinya jika seseorang atau kelompok ingin maju dan mendapatkan pertumbuhan yang signifikan dalam hidup, karir, bisnis, keluarga, persahabatan, dan lain sebagainya maka harus ada variasi interaksi, relasi, tindakan, strategi. Mengapa demikian? Karena realitas hidup kita tidak tunggal. Kita hidup dengan segala kemajemukan yang ada. Lalu masihkah Anda hanya melihat sebelah mata dengan perbedaan? Lalu masihkah kita memandang orang lain hanya sebatas kelompokku (ingroup) dan kelompok mereka (outgroup) ?

Bagi orang Islam, memahami perbedaan itu sesuatu yang mendasar. Lihatlah firman Alloh swt dalam QS. Al-Hujurat[49]:13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

Poinnya adalah:

  1. Realitas hidup tidak tunggal melainkan majemuk.
  2. Tugas kita adalah membangun jejaring secara bertingkat dan berkelanjutan.
  3. Yang membuat kita unggul adalah kualitas diri, karakter mulia, dan keimanan yang murni.
  4. Puncak dari segala keberhasilan adalah ketakwaan tanpa batas.

Bagaimana Mengelola Perbedaan (kemajemukan) ?

  1. Pahami tujuan kita bersama
  2. Sepakati batasan-batasan yang harus dihormati bersama
  3. Mengelola sudut pandang secara bijak untuk mencapai kesamaan sudut pandang
  4. Beri ruang ekspresi yang saling menghormati
  5. Saling support dan memberikan apresiasi yang matang.
  6. Menjaga interrelasi dan interdependensi secara wajar

Nanti saya lanjutkan lagi kapan-kapan.

Tulisan ini saya upload ke Facebook saya. Coach Ilham

Sukses dan Berkah untuk Kita Semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *