Siapa sih yang tidak pernah malas? Saya juga pernah kok. Bukan hanya malas tapi gagal move on, inginnya rebahan saja, loss produktivitas, dll. Itu hal wajar yang pernah dialami manusia normal. Yaa kecuali Anda ndak normal atau justru supranormal.

Gejala malas dan tidak termotivasi itu banyak sekali bentuk dan variasinya. Nanti kapan-kapan saya share. Tapi pada dasarnya saat Anda tidak memiliki orientasi (apapun itu), itu menjadi pemicu awal kemalasan. Hingga pada akhirnya Anda tidak akan kemana-mana, tidak produktif apa-apa, yang ada malah menghabiskan yang ada.

Tahukah Anda, saat Anda malas, seketika Anda mengirimkan perintah bawah sadar kepada otot dan otak Anda untuk tidak waspada. Saat itu terjadi maka reaksi otot Anda melemah dan melambat. Secara berkelanjutan reaksi ini merangsang dua kali lebih besar alasan untuk tidak semangat atau malas.

Itulah alasannya mengapa orang malas, lama kelamaan akan terus merosot energinya. Merosot daya kreasi dan inovasi-nya, melemah daya juangnya dan mudah untuk pasrah tanpa usaha.

Nah saya ingin berbagi sedikit cerita bagaimana saya terus menjaga motivasi dan energi saya dari waktu ke waktu. Tentu saja ada dinamika naik turunnya. Cerita ini bisa saja berlaku dan diterapkan buat Anda, tapi memungkinkan juga tidak berpengaruh.

Pertama, saya selalu berusaha berdoa setiap bangun dan sebelum tidur. Sama seperti doa-doa yang biasa Anda baca, namun saya biasa menambahkan dengan afirmasi. Misal: Terimakasih ya Alloh, saya lebih semangat, berenergi   dan produktif hari ini.

Kedua, saya selalu berusaha menyegarkan diri, baik dengan mandi secara teratur, merapikan diri, dan menggunakan wewangian. Wangi-wangi tertentu yang fresh membuat saya lebih mudah focus and comfort.

Ketiga, saya membiasakan diri tersenyum setiap saat. Maka ada teknik yang sering saya ajarkan, yaitu senyum Uwiiiiik. Senyum proporsional dan penuh energi semangat dan menyenangkan.

Keempat, saya membaca minimal satu buku atau artikel pengembangan diri setiap hari. Buku pengembangan diri tidak melulu motivasi, tapi bisa juga sesuatu yang mengasah pikiran Anda berpikir lebih jernih, positif, dan menantang. Sesekali bacalah buku/artikel di luar bidang Anda, nanti rasakan efeknya. Dahsyat lho….

Kelima, selalu saya usahakan berpikir positif apapun kondisinya. Teman saya bilang, jangan terlalu overpositif nanti kamu punya ilusi positif dan tidak siap menerima kenyataan. Bisa ia, bisa tidak, tergantung dari sudut mana kita mau memandangnya. Jadi kalau saya sih proporsional saja.

Begitu ya….

Sidoarjo, 1 Juli 2020


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *