Benarkah Puasa Meningkatkan Kualitas Hidup?

Puasa dan Kualitas Hidup

Romadhon datang lagi. Bulan yang penuh kemuliaan, yang bukan saja dimuliakan oleh manusia, namun oleh Alloh dijadikan sebagai bulan yang penuh dengan kebaikan, pengampunan, keberkahan, rahmat Alloh, dan segala kebaikan yang terkandung di dalamnya. Sehingga tidak heran, jika dalam bulan ini, semua umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan bagiannya masing-masing dari segala bentuk kebaikan dan keberkahan bulan ini.

Kewajiban melaksanakan puasa telah digariskan oleh Alloh swt. dalam QS. Al-Baqaroh [2]: 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” Dari ayat tersebut, ada dua poin yang penting yang ingin saya fokuskan dalam tulisan singkat ini.
Pertama, bahwasanya ibadah puasa tidak saja digariskan kepada kita, namun juga ia telah diwariskan kepada umat-umat sebelum umat Islam. Ini artinya secara asumsi makna tekstual puasa telah ada sejak Nabi Adam as. atau umat sebelum manusia. Pasti ada sesuatu yang menarik dan penting dari ibadah puasa, jika Alloh sendiri langsung mewajibkan kepada semua makhluk. Dari sini pun saya yakin bahwa makhluk selain manusia pun melakukan puasa dengan caranya masing-masing.

Pertanyaannya, mengapa begitu penting bagi Alloh swt. untuk mewajibkan manusia agar berpuasa? Saking, banyaknya berbagai hal penting yang diperoleh manusia dari berpuasa, maka Alloh swt. menurutp ayat ini dengan ungkapan yang memuat banyak kebaikan tak terbatas, yaitu agar manusia semakin bertakwa.

Mengapa Takwa, kok bukan yang lain? Takwa bermakna, melaksanakan/mengerjakan semua yang baik dan menghindarkan/menahan diri untuk tidak melakukan hal yang buruk berdasarkan batasan-batasan atau standar ketentuan yang telah diputuskan oleh Alloh swt. Imam Nawawi dan Imam Al-Jurjani menjelaskan bahwa bahwa takwa berarti mentaati perintah dan larangan Alloh swt agar manusia terhindar dari kemurkaan dan adzab Allah swt. baik di dunia maupun di akhirat. Pada saat manusia semakin bertakwa ia semakin bersih, sehingga Alloh semakin cinta kepadanya dan karena rasa cinta itu, Alloh memberikan kebaikan dan keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Apa hubungan Puasa, Takwa dan kualitas hidup?

Kualitas hidup manusia tidak cukup hanya dilihat dengan tendensi senang atau perasaan senang saja. Kualitas hidup harus dilihat secara utuh sebagai totalitas dalam menjalani kehidupan. Dimana seseorang menerima keadaan dirinya apa adanya, namun tidak menolak untuk melakukan perubahan dan peningkatan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kualitas hidup didefinisikan sebagai persepsi diri seseorang terhadap kehidupannya yang mempengaruhi kesehatan fisik, psikologis, keyakinan pribadi, hubungan sosial dan hubungannya dengan lingkungan fisik kehidupan individu.

Persepsi diri merupakan penilaian individu atas fungsionalitasnya dalam kehidupan. Dimana seseorang mampu belajar, bekerja, bermain, berkembang fisik-mental sehingga menjadi ia mampu meraih kebaikan (wellness) atau kesejahteraan (wellbeing). Baik Wellness maupun Wellbeing memiliki dimensi yang hampir sama, yaitu: kebaikan Sosial, Spiritual, Financial (dalam dimensi Wellbeing diganti menjadi Life Skill), Environmental, Emotional, Intellectual, Physical, dan Occupational. Insya Alloh lain waktu akan saya bahas masing-masing lebih spesifik.

Dengan puasa seseorang menjadi takwa, sehingga dengan ketakwaan tersebut ia mampu melihat/ mempersepsikan kehidupannya secara baik dan positif dengan mereferensikan apapun yang terjadi dalam hidupnya kepada Alloh swt. Bagi seorang mukmin yang baik, kehidupan ini hanya akan menjadi wasilah, media untuk hidup bersama dengan Alloh. Jika sampai pada pemahaman ini, tidak akan ada beban yang berat bagi seorang muslim dan mukmin, karena beban hidup (susah senang, miskin kaya, harta sedikit-banyak, jatuh dan bangun) itu dijadikan Alloh sebagai ujian baginya agar tetap bersabar.

Semoga saja dengan ketakwaan ini Alloh berkenan melihat kita dan sehingga kita selalu terikat kepadaNya, dan saat ketakwaan tersebut semakin terpatri dalam hati dan jiwa kita, Alloh akan memberikan berbagai kebaikan dan keberkahan dalam hidup dan mati kita. Aamin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *