Bahagia adalah hak semua orang. Bahagia adalah hak asasi manusia. Tidak ada satupun di dunia ini yang dapat menghambat kebahagiaan itu sekian diri kita sendiri.

Bahagia itu adanya dimana? Bahagia adanya dalam proses. Selama kita menikmati prosesnya dan tahu bagaimana menjalani serta mengakhiri prosesnya, maka kita akan bertemu dengan bahagia.

Bahagia bukan soal mendapatkan hasil akhir yang maksimal, namun bagaimana kita memaknai hasil itu dari proses yang telah dilalui sebelumnya. Hasil maksimal adalah bonus dari usaha yang maksimal. Kita mensyukuri hasil maksimal itu menghadirkan kebahagiaan. Begitu pun saat kita mensyukuri hasil yang minimal setelah berupaya maksimal itu juga menghadirkan kebahagiaan.

Bahagia juga bukan soal ukuran, karena tidak ada ukuran sangat bahagia itu seperti apa dan sedikit bahagia itu seperti apa. Bahagia itu soal rasa dan mencerna rasa, bukan soal ukuran sedikit atau banyak.

Bahagia juga tidak selalu tampil melalui tawa, bisa jadi keharuan hingga meneteskan air mata adalah cerminan puncak bahagianya. Oleh karena itu, tidak ada orang yang dapat berpura-pura bahagia secara terus-menerus padahal sesungguhnya tidak. Saat ia melakukan hal itu, ia telah menipu bukan hanya dirinya namun juga menipu respon kebahagiaannya.

Namun bagaimana bila berpura-pura bahagia justru menghadirkan kebahagiaan? Anda sendiri yang dapat menjawabnya apakah itu kebahagiaan sebenarnya atau itu pura-pura bahagia sebenarnya.

Bahagia itu bersumber dari hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Melihat orang lain bahagia, kita ikut berbahagia. Melihat orang berhasil, kita ikut bersyukur. Memberikan sedikit kebahagiaan kepada orang lain pun menghadirkan kebahagiaan.

Sekali lagi bahagia itu jangan dibuat complicated. Mudah, murah, dan sederhana saja. Selamat istirahat.

Dari saya: Coach ILHAM


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *