Dulu saat masih SMP, ada satu pelajaran keterampilan yang saya suka yaitu menjahit. Saya lupa nama mata pelajarannya. Ada satu materi yang disampaikan oleh Ibu Guru pada saat itu dan melekat kuat di ingatan saya.

Beliau mengatakan, “Kalau ingin pakaianmu tetap awet, maka setiap pulang sekolah keluarkan semua isi dalam saku baju dan celanamu. Jangan biarkan ada beban di dalamnya karena itu bisa membuat serat kainnya longgar dan cepat rusak.”

Pesan itu saya laksanakan sampai hari ini. Jarang sekali saya lupa sesuatu dalam saku baju/celana. Karena setiap lepas pakaian, maka saya pastikan semua sakunya bersih dan tidak ada sisa apapun di dalamnya.

SAKU PIKIRAN DAN PERASAAN

Saya membayangkan bagaimana jika saku tersebut adalah pikiran dan perasaan kita. Setiap ada beban dalam “saku” pikiran dan perasaan lalu lupa dikosongkan, wah betapa menderitanya hidup kita.

Apapun perkataan orang, kita masukkan dalam pikiran dan perasaan. Begitu terus setiap hari, sampai kita lupa untuk mengosongkannya secara perlahan. Akibatnya hidup kita terbebani oleh berbagai pertimbangan, pilihan, dan keputusan orang lain dalam diri kita.

Ada lho orang yang mudah tersugesti. Dia sangat mudah menerima dan menyetujui pikiran dan tindakan orang lain kepadanya. Apapun perkataan dan tindakan orang yang mengarah padanya, ia jadikan itu semua bagian dari preferensi hidupnya. Akibatnya ia terkungkung dalam hidup orang lain.

Bagi saya yang setiap hari berhadapan dengan berbagai masalah dan polemik hidup klien, mau tidak mau saya belajar untuk cleaning pikiran dan perasaan saya. Setiap hari saya menerima cerita keluh kesah, suara pilu dan sedih, kehilangan harapan, tekanan batin, dan berbagai kompleksitas lainnya, maka bisa dibayangkan saya menjadi tong sampah (rubbish bin) masalah psikologis.

Apakah masalah-masalah tersebut bisa mempengaruhi saya, tentu saja bisa ia bisa tidak. Tergantung pada kemampuan saya untuk membersihkan tong sampah tersebut.

Sebagaimana nasehat guru saya tadi, mestinya setiap hari kita bersihkan diri kita fisik dan mental. Anda bisa mandi dua kali sehari agar tetap bersih, sehat, dan segar secara fisik. Anda juga harus membersihkan mental/fikiran/perasaan setiap hari dari berbagai beban/tekanan psikologis. Minimal lakukan sekali sehari sebelum tidur agar tidur Anda plong, nyenyak, dan terlepas dari semua beban.

Teman-teman, saya tidak meminta Anda untuk bebas dari semua masalah, tapi ingatlah setiap ada satu masalah yang menghinggapi pikiran dan perasaan Anda, segeralah sadar untuk membersihkannya. Mungkin sekali dua kali Anda belum bisa, tapi seiring waktu berjalan Anda pasti bisa.

ENAM CARA TERBEBAS DARI BEBAN MASALAH

Enam hal berikut mungkin bisa bermanfaat buat Anda, sebagaimana saya juga merasakan manfaatnya:

1. Saya berusaha menyadari bahwa hidup yang kita jalani tidak selalu sempurna. Ada banyak hal yang bisa membuatnya menjadi tidak sesuai harapan. Ingat lho ya, model matematika tidak selalu sejalan dengan matematika kehidupan. Jadi tetaplah sederhana.

2. Setiap sebelum tidur, bertanya pada diri sendiri, “Beban apakah yang paling berat saya rasakan hari ini?” “Bersediakah saya melepaskan diri dari beban itu?” “Jika ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan beban tersebut, hal mudah apakah yang bisa saya lakukan saat ini?”

3. Memaafkan diri sendiri sebelum tidur. Biasanya kita terus dituntut dengan pencapaian prestasi, kinerja tinggi, penjualan yang waw, tampilan yang ideal, dan target-target penting setiap harinya. Nah jika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai harapan, maka maafkanlah diri sendiri. Ingat masih ada waktu lain untuk mengejarnya.

4. Berusaha terbuka atas berbagai kemungkinan. Jika ada Plan A, tambahkan plan B, C, D, dst. Dengan semakin banyak opsi, semakin banyak kemungkinan yang dapat kita kendalikan. Sambil juga mengevaluasi kemungkinan yang dapat menghasilkan terbaik, dalam waktu yang cepat dengan instrumen yang paling mudah dan cara yang paling sederhana.

5. Berusaha memberi nilai baik dan positif atas semua kejadian dalam hidup. Memang semua kejadian dalam hidup selalu menyebabkan dua kemungkinan, yaitu baik-buruk, senang-susah, negatif dan positif. Namun bukan berarti Anda tidak bisa memilih yang Positif saja, betul kan?

6. Tentu saja berdoa. Ada doa yang sangat saya sukai agar terbebas dari semua kesulitan. Nanti saya share lain kali. Kalau mau doanya silakan komentar di bawah ya.

Semoga bermanfaat

Malang, 5 Juli 2020


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *