Alhamdulilah, saya bersyukur karena dilingkupi oleh berbagai jaringan persahabatan. Mulai dari persahabatan dengan teman semasa SD-SMP, persahabatan sesama alumni pondok pesantren Tebuireng, persahabatan dengan alumni semasa kuliah S1-S2 hingga Persahabatan dengan jaringan dosen, jaringan Trainer, Asesor, dan para praktisi profesional di seluruh Indonesia.

Semuanya membawa kebaikan dan keberkahan. Tidak persahabatan yang saya anggap buruk, kecuali jika memang membawa keburukan. Namun demikian saya tetap berpikiran positif (khusnu dzann) bahwa lingkungan dimana saya berada dan berinteraksi adalah lingkungan baik. Seperti dalam syair Tombo Ati, wong kang sholeh kumpulono. Berkumpullah dengan orang-orang shaleh.

Selama dua hari berturut-turut saya mengikuti berbagai kegiatan dalam lingkungan pergaulan yang sangat luas. Sabtu pagi (26/9/2021) mengikuti 3 kegiatan sekaligus, yaitu menghadiri kegiatan Muhadhoroh unit kegiatan mahasiswa Seni Religi Universitas Brawijaya, dimana saya menjadi pembina UKM tersebut, untuk memberikan semangat pada seluruh anggota UKM Seni Religi.

Sembari mengikuti kegiatan UKM, saya menghadiri Webinar Pendidikan Karakter Etika dan Moral bagi mahasiswa baru Universitas Brawijaya, mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB, dan memberi sambutan pembukaan pada acara tersebut. Kegiatan Webinar ini menghadirkan Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar dan Dr. Yudo dari UB.

Sambil mengikuti kegiatan Webinar, saya berpindah ke Webinar Nasional tentang Quarter Life Crisis yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Psikologi UIN Malang. Saya diberi kesempatan untuk menyampaikan presentasi tentang Strategi Menghadapi Quarter Life Crisis. Ada banyak hal yang saya bagi kepada kurang lebih 350an peserta. Menurut saya, semua halaqoh itu sangat baik dan dapat menjadi kesempatan untuk melipatgandakan lebih banyak pahala dan kebaikan kepada orang lain.

Selepas Webinar QLC tersebut Sy lanjutkan dengan rapat koordinasi dengan organisasi mahasiswa. Dari para mahasiswa ini saya belajar tentang bagaimana semangat mereka menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bervariasi. Para mahasiswa ini calon orang-orang hebat di masa depan.

Di hari yang sama saya juga masih berinteraksi secara daring via WA bersama organisasi mahasiswa yang memiliki berbagai program dan rencana-rencana lainnya.

Bagaimana dengan hari Ahad? Tentu agendanya lebih seru. Bertemu teman dosen sambil sarapan pagi santai, juga dengan anggota keluarga masing-masing. Setelah itu mengikuti forum diskusi para asesor, trainer dan profesional terkait uji kompetensi. Alhamdulilah saya mendapatkan ilmu yang banyak.

Selesai dengan para profesional ini saya bergabung secara luring dengan para alumni tempat saya kuliah tersebut. Agendanya kumpul bareng, sambil bercerita kesana kemari, tahlilan, doa dan makan bersama untuk melengkapi kegiatan keberkahannya.

Sekali lagi mereka semua sahabat-sahabat baik saya dan saya menikmati semua proses tersebut apa adanya. Dari mereka semua saya belajar hal-hal baik. Inilah silaturahim membawa rezeki yang berlimpah dan akan selalu ada hal baik lanjutannya. Pada akhirnya Bersahabat artinya Bersambung Silaturahim dan Berbagi Cerita Hebat.

Salam hormat dari meja kerja,

Coach ILHAM


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *