Menemukan Arti Kebahagiaan dalam Kehidupan Sebagai Sumber Keberhasilan

Sepanjang perjalanan sejarah hidup manusia, menemukan kepuasan, kesenangan, dan kebahagiaan merupakan pencarian yang utama dan terpenting. Apapun yang ingin diraih oleh seseorang pada akhirnya mereka ingin mencapai ketiga hal ini.

Namun pertanyaannya, apakah semua hal di atas merupakan hasil akhir pencarian? Atau justru semua hal itu menjadi sesuatu yang include atau embed dalam proses pencarian itu? Kemampuan kita menemukan jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi pintu pembuka untuk mendapatkan atau merasakan atau menikmati dan/atau hanyut dalam kebahagiaan.

Melalui tulisan berseri ini, saya ingin mengeksplorasi lebih jauh tentang tema kebahagiaan sehingga dapat menjadi jalan kebahagiaan (way of happiness). Entah sebagai jalan untuk meraih hasil akhir yang disebut kebahagiaan, atau sebaliknya sebagai jalan untuk menikmati dan hanyut dalam kebahagiaan.

Sebelum lebih jauh kita menelusuri jalan-jalan meraih dan merasakan kebahagiaan, kita harus berusaha memahami dengan baik dan memberikan batasan yang proporsional dan sesuai tentang apa itu kebahagiaan. Kesalahan dalam mendefinisikan berkonsekuensi atas ketidakmampuan kita menemukan peta jalan yang tepat untuk meraih dan merasakan kebahagiaan.

Tidak mudah mendefinisikan kebahagiaan, karena setiap tokoh/ahli memiliki definisi yang berbeda dan benar adanya tentang kebahagiaan (happiness; as-sa’aadah). Dari berbagai definisi, saya membaginya menjadi dua kategori, yaitu kategori hasil dan kategori proses. Dari perspektif hasil, kebahagiaan merupakan hasil dari pencapaian tujuan seseorang. Artinya seseorang merasakan kebahagiaan setelah ia mencapai sesuatu. Sebaliknya dari perspektif proses, kebahagiaan adalah perasaan larut dan menikmati segala proses yang dilakukan dalam pencapaian tujuan.

Pada akhirnya saya sendiri menyimpulkan bahwa

Kebahagiaan merupakan kondisi (state; ahwal) dimana seseorang merasakan kepuasan, kesenangan, ketenangan/kedamaian/ ketentraman, dan kenikmatan atas proses yang dijalani dan/atau pencapaian yang diperoleh sehingga ia mampu menemukan makna mendalam atas keadaannya yang patut untuk disyukurinya.

Definisi ini memiliki beberapa penjelasan bahwasanya kebahagiaan itu:

1. Merupakan kondisi (state; ahwal)

Kebahagiaan merupakan kondisi/situasi tertentu yang dialami secara sadar oleh seseorang dimana ia terlepas dari ketertekanan, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dan berbagai perasaan negatif lainnya.

2. Proses aktif untuk merasakan dan mendalami makna

Kondisi dimana seseorang terbebas dari berbagai perasaan negatif, berganti menjadi merasakan kepuasan, kesenangan, ketenangan, kedamaian, ketentraman, dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tidak cukup dengan hanya merasakan, namun ia juga harus mendapatkan insight atau pencerahan untuk memaknai kondisi dan perasaan yang dialaminya. Setiap orang akan memiliki variasi yang berbeda dalam memberikan makna ini, sehingga tidak ada batasan apapun untuk mendefinisikan makna tersebut.

3. Keadaan: Proses yang dijalani dan Pencapaian yang diperoleh

Terdapat dua keadaan yang akan melahirkan perasaan negatif atau positif, yaitu: Keadaan pada saat seseorang menjalani prosesnya, dan keadaan pada saat ia telah memperolah hasilnya. Dua keadaan tersebut mampu menstimulasi perasaan dengan sangat kuat. Jika prosesnya sesuai dengan apa yang diharapkan dan ia bisa larut di dalamnya, maka proses tersebut melahirkan rasa yang sangat positif. Adapun jika sebaliknya maka rasa negatif ini akan menguat dan mempengaruhi kebahagiaan.

4. Proses aktif untuk bersyukur

Kebahagiaan tidak bisa sempurna tanpa rasa bersyukur. Oleh karena itu, setiap rasa apapun yang dialami jika diliputi oleh makna yang positif dan disyukuri dengan baik maka akan menyempurnakan kebahagiaan. Rasa syukur bukan hasil dari kebahagiaan tapi proses yang memenuhi kebahagiaan.

Kebahagiaan…

Janganlah kamu cari kekayaan,
Sebab kekayaan belum tentu mampu menghadirkan kebahagiaan.
Janganlah kamu cari popularitas,
Sebab popularitas belum tentu membuatmu bahagia dan ikhlas.
Janganlah kamu cari kedudukan,
Sebab kedudukan bisa jadi akan menyengsarakan dan tidak membahagiakan.
Janganlah kamu paksakan kemenangan,
Sebab kemenangan mungkin tidak akan membahagiakanmu.
Yang harus kamu temukan adalah kondisi dimana kamu sadar dan merasa
Hingga menemukan makna yang mendalam dan luas tanpa batas.
Mungkin kamu tidak punya kalimat untuk menjelaskan rasa dan maknamu.
Namun cukup hanya dirimu dan Tuhan yang memahaminya.
Lipat gandakan kebahagiaanmu dan sebarkan lebih banyak kebahagiaan.
Karena dalam kebahagiaan ada energi kemajuan.

Malang, 16 Juni 2019

Ilhamuddin Nukman
@CoachILHAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *