Tahukah Anda Siapa yang Akan Menghambat Kesuksesan?

Setiap orang memiliki hak untuk mencapai kesuksesan apapun dalam hidupnya. Tanpa batas, tanpa halangan, tanpa kesulitan. Hak ini merupakan dasar bagi setiap orang agar ia mampu menikmati dan memberikan kebermanfaatan dalam hidupnya bagi dirinya, keluarga, sosial dan alam kehidupannya. Alloh swt. telah memberikan segala potensi, kemudahan, dan berbagai fasilitas yang dapat memudahkan dan membantunya.

Mestinya kesuksesan itu mudah dan cepat. Faktanya banyak orang yang merasa sukses itu hanya milik sedikit orang. Milik mereka yang berpendidikan tinggi, berasalah dari keturunan orang-orang tertentu, memiliki jaringan khusus, dan berbagai asumsi-asumsi yang belum tentu benarnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena kita sudah termakan oleh hasutan dan yang mendemotivasi, menurunkan motivasi.

Siapakah bertanggung jawab untuk mendemotivasi kita? Jawabnya adalah diri kita sendiri. Orang lain, situasi, peralatan dan apapun hanya akan bisa mendemotivasi kita jika kita mengizinkan hal-hal tersebut mempengaruhi diri kita. Selama kita tidak mengizinkannya, maka hal itu tidak akan berpengaruh terhadap kita. Singkatnya, Tidak ada yang dapat menghambat Anda, kecuali Anda mengizinkannya.

Berikut 5 Cara Menghambat Diri Sendiri untuk Tidak Berhasil

#1. Self Talk yang Error

Sadarkah bahwa setiap saat kita sering berbicara atau berdiskusi dengan diri kita sendiri. Kita memperdebatkan banyak hal. Mungkin Anda terlihat diam, namun pada saat itu Anda sedang berpikir dan berdebat hebat dengan diri Anda sendiri. Bisa jadi dengan pikiran, perasaan, bahkan suara hati Anda. Pembicaraan yang kita sampaikan kepada diri kita sendiri memiliki efek yang signifikan untuk mempengaruhi struktur kesadaran kita, inilah yang disebut sebagai Self Tall yang Error. Baca artikel ini untuk memahami self talk yang positif.

#2. Afirmasi yang Salah

Apapun yang disuntikkan ke dalam pikiran memiliki pengaruh pada diri kita sendiri, minimal pada kesadaran, suasana hati, dan keputusan kita. Proses menyuntikkan hal-hal tersebut adalah Afirmasi. Afirmasi merupakan usaha untuk mengubah struktur kesadaran, perasaan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan sehingga mampu mengubah tindakan kita. Afirmasi bisa berupa positif maupun negatif. Dua-duanya mampu mengubah struktur tindakan kita menjadi positif atau negatif juga. Untuk itu belajarlah dan gunakan afirmasi yang positif. Bagaimana caranya? KLIK Afirmasi ini.

#3. Kemauan yang Lemah

Ada saatnya kita bersemangat dan penuh antusias, sebaliknya ada kalanya dimana kita merasa lemas dan tidak bersemangat. Perubahan ini ditentukan oleh naik-turunya kemauan dari dalam diri. Saat kita berbicara yang salah, dan menyuntikkan pikiran-pikiran negatif ke dalam kesadaran yang melemahkan kemauan saat itulah kita kehilangan keseimbangan untuk tetap merasa maju dan terus bergerak maju. Pelajari cara memotivasi diri di SINI.

#4. Persistensi yang Buruk

Persistensi berarti kegigihan. Saat kegigihan melemah saat itulah kita menghambat diri kita untuk bersemangat untuk berhasil. Orang gigih biasanya menjalankan tugas bahkan meskipun kesulitan. Biasanya persistensi akan suatu hal ditentukan oleh seberapa pentingnya atau seberapa bermaknanya suatu hal tersebut terhadap diri kita. Ingin tahu caranya tetap Persisten? Baca INI.

#5. Konsistensi yang Plin-plan

Jika persistensi adalah kegigihan, maka konsistensi adalah teratur dan tidak berubah. Mengapa kita bisa naik kelas, dari kelas satu ke kelas dua, tiga, dan seterusnya? Karena kita konsisten belaja dan mengikuti ujian kenaikan kelas. Bayangkan jika Anda tidak mau terus belajar, teratur ikut ujian, mungkinkah sampai saat ini Anda bisa berada pada kelas seperti saat ini? Klik Motivasi INI untuk tetap Konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *