Dalam hidup ini tugas kita pada prinsipnya hanyalah menanam. Proses tumbuh dan kembangnya apa yang kita tanam akan disemai oleh waktu. Dan kita tidak perlu tahu bagaimana prosesnya terjadi. Tanamlah kebaikan, suatu saat Anda pun pasti akan memanen kebaikan. Kualitas hasil kebaikan yang diperoleh akan disemai oleh waktu sejalan dengan bagaimana Anda menyemai dan menjaga kebaikan tersebut.

Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan bagaimana padi bisa bertumbuh dengan baik. Bahkan semaju apapun teknologi masih banyak rahasia yang belum tersingkap dalam kehidupan ini, termasuk dalam urusan per-padi-an. Oleh karena itu tugas petani adalah menanam, menyemai, dan menjaganya. Selanjutnya berserah diri kepada Allah SWT. yang menguasai semesta untuk menumbuhkannya dengan hasil yang paling baik.

Mungkin karena itu, untuk menjadi petani mungkin tidak mensyaratkan pendidikan tinggi. Bukan berarti pendidikan tinggi itu tidak diperlukan, ia perlu untuk memajukan pertanian. Lebih dari itu semua seseorang hanya perlu berusaha, bekerja, berusaha kembali dan bekerja lebih giat lagi, sambil mempelajari pola untuk mengembangkannya.

Tanamlah pikiran yang baik agar kita memiliki keyakinan dan harapan positif dalam kehidupan. Pikiran itu bibit padi yang harus disemai pada tempat baik, air yang cukup, dan waktu yang cukup. Memang tidak mudah menjaga konsistensi pikiran yang baik dan positif, namun harus tetap diupayakan. Saat pikiran yang kurang baik muncul, segera saja beralih dengan mengganti ide pikirannya atau lakukan hal lain yang dapat mengubahnya.

Saat bekerja, baik sebagai atasan atau bawahan, direktur atau pun karyawan, tanamlah hal baik dan tidak perlu bertanya bagaimana hal baik itu akan kembali pada kita. Tidak perlu menanyakan sesuatu yang pasti dalam hidup ini. Apakah mungkin balasan hal baik itu selain kebaikan pula?

Perlakukan semua orang di tempat kerja Anda dengan sangat baik. Jangan hanya membatasi diri dengan berbuat baik pada Pimpinan atau atasan. Bawahan dan rekan kerja kita juga berhak mendapatkan perlakuan baik dari kita. Bukan karena mereka harus diperlakukan demikian, namun lebih untuk melatih diri kita untuk menjadi manusia yang bermanfaat.

Nyatanya kita ini sering sekali tidak sabaran. Inginnya mendikte Tuhan sesuai harapan kita, padahal kita sadar tidak semua hal yang kita harapkan sesuai dengan kebutuhan kita. Mari sedikit bersabar, menahan laju irama perjalanan hidup kita yang cenderung cepat dan tergesa-gesa. Mari seruput kopi dan rasakan sensasi dan aroma kopinya. Mari ngeteh, dan merasakan setiap rasa dari teh tersebut.

Ingatlah sebagaimana petani bekerja, saat menanam ya menanam. Saat menyemai ya menyemai, dan saat panen ya bekerja dengan baik. Di sela-sela waktu itu tugas kita adalah menanam banyak kebaikan, menikmati momen, dan bersyukur atas semua hal baik dalam hidup kita.

By. Coach ILHAM | IG: @coachilham FB: Coach Ilham


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *